Senin, 15 Februari 2010

Rasional

Sekolah impian yang saya ingin bangun bernama Sekolah Cerdas Mandiri. Dilatar belakangi oleh kerinduan saya melihat anak-anak SMP sudah mampu menghasilkan uang sendiri. Sudah mampu hidup mandiri, tanpa bergantung dengan orang tuanya. Saya merindukan hal ini karena saya melihat para pengamen atau yang sering kita sebut anak-anak jalanan yang sehari-harinya mencari uang dengan cara menjual suaranya. Banyak diantara mereka yang merupakan anak-anak kecil sampai para remaja.

Tetapi sesungguhnya dengan cara mengamen, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok. Tetap saja mereka mengalami kekurangan dalam keuangan. Hidup mereka tetap sulit. Contonya, mereka makan seadanya dan tinggal di tempat yang kurang layak. Mereka tidak mempunyai uang lebih untuk membeli makanan-makanan yang mengandung banyak gizi seperti buah-buahah, sayur-sayuran, susu dan berbagai jenis makanan lainnya. Sehingga asupan gizi mereka kurang. Ini juga yang menyebabkan mereka menjadi anak-anak yang kurang cerdas. Uang yang mereka hasilkan dari hasil mengamen pun tidak mencukupi kebutuhan akan tempat tinggal. Seperti yang saya lihat pengamen-pengamen yang tempat dimana mereka kumpul dan menjalankan aksinya di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur. Saya kenal dengan salah satu keluarga. Jadi keluarga ini terdiri dari ayah, ibu bersama denagn 3 orang anaknya. Pekerjaan ayahnya hanya menjadi kuli panggul di pasar. Ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, oleh karena itu untuk mendapatkan penghasilan tambahan, mamanya beserta 3 orang anaknya mengamen. mereka tinggal di sebuah kontrakan yang hanya memiliki 1 ruangan. 1 ruangan ini dipakai sebagai ruang dapur, tidur dan ruang tamu. Kondisi ini sangat memprihatinkan.

Oleh karena alasan tersebutlah saya rindu membangun sekolah ini. Saya rindu melihat khususnya orang-orang seperti mereka (khususnya orang-orang yang berada di garis kemiskinan) untuk menjadi pengusaha-pengusaha muda. Sekolah yang sedang saya mimpikan ini setingkat dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Alasan saya memilih jenjang ini adalah karena yang saya lihat pengamen-pengamen/ anak-anak jalanan putus sekolah di kelas 6. Dan pada umumnya usia anatara 12-14 tahun merupakan usia yang sudah mampu untuk memikirkan tentang adanya kebutuhan hidup. Pada masa ini merupakan masa yang produktif dalam menciptakan sesuatu karena pada masa ini, merupakan masa pertumbuhan. Baik secara fisik maupun mental. Penuh dengan kreatifitas dan energik dalam mengerjakan sesuatu. Oleh karena itu bukanlah suatu hal yang tidak mungkin lahir pengusaha-pengusaha muda. Yaitu orang-orang yang mampu untuk membuat usaha-usaha diberbagai bidang dengan memanfaatkan keahlian yang dimilikinya pada saat usia mereka yang masih muda. Nantinya lulusan dari sekolah ini diharapakan sudah siap untuk bekerja. sesuai dengan bidangnya masing-masing.